Bagi yang sudah baca 2 novel sebelumnya,
Pasti penasaran dong buat baca novel selanjutnya. Apalagi, buku yang merupakan
seri terakhir dari Trilogi The Hunger Games ini, akan segera di launching film
The Hunger Games: Mokingjay part 1 yang akan dihadirkan di penghujung akhir tahun
2014 ini. So, tidak ada salahnya
sebelum nonton filmnya, baca dulu resensi! Check this out-à
Resensi
Novel The Hunger Games: Mokingjay
Menelusuri
Alur Cerita Fantasi dan Nilai Moral yang tersembunyi di dalamnya.
Judul Buku: Mokingjay
Penulis: Suzanne Collins
Alih Bahasa: Hetih Rusli
Penerbit: PT Gramedia
Pustaka Utama
Cetakan: ke-17, 2014
Tebal: 432 hlm, 20 cm
Bagi para penyuka novel Fiksi, trilogi novel
the Hunger Games ini, memang patut dijadikan salah satu pilihannya. Suzanne
Collins telah mengajarkan bagaimana caranya menyuguhkan cerita fiction yang
tidak membosankan. Alurnya yang tidak dapat di duga namun juga menegangkan.
Setelah meraub keuntungan dari dua novel
sebelumnya, Suzanne Collins menghadirkan kisah perjuangn terakhir dari Sang Pemberontak,
Katniss Everdeen.
Setelah Katniss berhasil 2 kali selamat dari
pertarungan di arena Hunger Games, kini kenyataan lain telah nampak
dihadapannya. Presiden Snow yang tadinya memerintahkan Katniss untuk meredam
pemberontak di setiap distrik ketika Ia dan Peeta Mellark melakukan Tour
Kemenangan, menghadapi kegagalan. Karena tanpa Katniss sadari ternyata ia
semakin menyulutkan semngat pemberontakan di distrik – distrik. Terbukti,
ketika ia mengetahui bahwa ternyata Distrik 13 masih ada dan disanalah ia
sekarang. Para pemberontak telah menyiapkan pasukannya sedemikian rupa di
distrik ini, untuk melawan Capitol. Termasuk Sang Juri Pertarungan Hunger Games
yaitu Plutarch Heavensbee dengan Presidennya yaitu Presiden Alma Coint. Mereka
meminta Katniss untuk menjadi pion dalam pemberontakan ini sebagai Mokingjay.
Namun, dalam perjalanannya, Katniss meminta beberapa syarat untuk itu. Salah
satunya, membebaskan hukuman kepada para pemenang yang menjadi tawanan Capitol.
Termasuk pasangan pura – puranya, Peeta Mellark. Dalam usahanya, untuk berlatih
melawan Capitol, dan bermain mengikuti Perintah President Coint, Katniss
dihadapkan kepada berbagai pertimbangan terhadap kubu mana kah sebenarnya yang
berpihak padanya. Terlebih Katniss mempunyai misi sendiri yang telah menjadi
hasratnya. Yaitu, membunuh President Snow dengan tangannya sendiri.
Suzanne Collins yang sejak tahun 1991 telah
membuat cerita televisi untuk program anak – anak, mungkin itulah yang
mengantarkannya memiliki berbagai imajinasi di kepalanya, sehingga ia juga
dapat melahirkan berbagai karya novel fantasi remaja yang banyak diminati,
salah satunya The Hunger Games ini.
Selain dalam penyampaian alurnya, Suzanne
Collins berhasil mengangkat 3 karakter utama secara kuat. Seperti Katniss
Everdeen: Keras Kepala dan Pemberani. Lalu ada Peeta Mellark: Tulus dan Rela
Berkorban. Kemudian ada Gale Hemsworth: Pemberani dan Pemarah. Tentu saja
ketiga karakter ini mengingatkan kita pada serial Harry Potter sama – sama menceritakan
kebimbangan antara 3 kisah cinta dalam yang memiliki 3 tokoh utama yang
berkarakter pula atau yang serial Twilight. Tak bisa dipungkir, 3 karakter
dalam seri The Hunger Games ini pun bukan tidak mungkin, dapat menyaingi
ketenaran 3 karakter serial di atas.
Menurut saya, buku ini leboh cocok
ditampilkan untuk para remaja atau orang dewasa pun dapat menikmatinya, bagi
penyuka cerita fantasi tentunya. Namun, untuk anak di bawah usia, sepertinya
ini bukan cerita fantasi yang cocok. Karena cerita ini mengandung unsur
kekerasan.
Bagi para remaja atau orang dewasa, mungkin
akan mengerti atau bahkan bisa mengambil apa sebenarnya nilai moral yang
tersembunyi dibalik cerita fantasinya. Kalau kita telaah lagi, buku ini
sebenarnya menyindir tentang kehidupan masa kini. Yang sebenarnya secara tidak
langsung saling bunuh – membunuh. Dalam lain tentunya. Seperti dalam hal
jabatan dalam pemerintah seperti yang terjadi saat ini.
Hal
yang dapat diambil kesimpulannya adalah, bunuh – membunuh, jatuh – menjatuhkan bukanlah
sebuah jalan untuk mencapai kebahagiaan. Tidak ada yang seperti itu, meskipun
alasannya adalah demi kepentingan rakyat. Itu bukan demi kepentingan rakyat,
tetapi sebenarnya demi kepentingan Pemerintah dan orang yang memerintah saja. Seperti
yang President Snow katakan kepada rakyatnya, dalam seri kedua novel ini, “ Ini
semua demi Kekayaan dan Kejayaan Capitol” (Capitol: Pemerintahan President
Snow.
Info: Part 1 nya akan tayang tahun ini tanggal 21 November 2014. Sedangkan bagian kedua “The Hunger Games: Mockingjay Part 2” akan tayang tahun depan, tanggal 20 November 2015.
Poster resmi perdana nya bisa Anda lihat dibawah ini :
Bisa juga dilhat thriller Filmnya disini ---> https://www.youtube.com/watch?v=C_Tsj_wTJkQ

