Senin, 13 Oktober 2014

Resensi Novel : Mokingjay ( Serial terakhir dari Trilogi Novel The Hunger Games)

  Bagi yang sudah baca 2 novel sebelumnya, Pasti penasaran dong buat baca novel selanjutnya. Apalagi, buku yang merupakan seri terakhir dari Trilogi The Hunger Games ini, akan segera di launching film The Hunger Games: Mokingjay part 1 yang akan dihadirkan di penghujung akhir tahun 2014 ini. So, tidak ada salahnya sebelum nonton filmnya, baca dulu resensi! Check this out-à

Resensi Novel The Hunger Games: Mokingjay

Menelusuri Alur Cerita Fantasi dan Nilai Moral yang tersembunyi di dalamnya.


Judul Buku: Mokingjay
Penulis: Suzanne Collins
Alih Bahasa: Hetih Rusli
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama   
Cetakan: ke-17, 2014 
Tebal: 432 hlm, 20 cm

  Bagi para penyuka novel Fiksi, trilogi novel the Hunger Games ini, memang patut dijadikan salah satu pilihannya. Suzanne Collins telah mengajarkan bagaimana caranya menyuguhkan cerita fiction yang tidak membosankan. Alurnya yang tidak dapat di duga namun juga menegangkan.
  Setelah meraub keuntungan dari dua novel sebelumnya, Suzanne Collins menghadirkan kisah perjuangn terakhir dari Sang Pemberontak, Katniss Everdeen.
  Setelah Katniss berhasil 2 kali selamat dari pertarungan di arena Hunger Games, kini kenyataan lain telah nampak dihadapannya. Presiden Snow yang tadinya memerintahkan Katniss untuk meredam pemberontak di setiap distrik ketika Ia dan Peeta Mellark melakukan Tour Kemenangan, menghadapi kegagalan. Karena tanpa Katniss sadari ternyata ia semakin menyulutkan semngat pemberontakan di distrik – distrik. Terbukti, ketika ia mengetahui bahwa ternyata Distrik 13 masih ada dan disanalah ia sekarang. Para pemberontak telah menyiapkan pasukannya sedemikian rupa di distrik ini, untuk melawan Capitol. Termasuk Sang Juri Pertarungan Hunger Games yaitu Plutarch Heavensbee dengan Presidennya yaitu Presiden Alma Coint. Mereka meminta Katniss untuk menjadi pion dalam pemberontakan ini sebagai Mokingjay. Namun, dalam perjalanannya, Katniss meminta beberapa syarat untuk itu. Salah satunya, membebaskan hukuman kepada para pemenang yang menjadi tawanan Capitol. Termasuk pasangan pura – puranya, Peeta Mellark. Dalam usahanya, untuk berlatih melawan Capitol, dan bermain mengikuti Perintah President Coint, Katniss dihadapkan kepada berbagai pertimbangan terhadap kubu mana kah sebenarnya yang berpihak padanya. Terlebih Katniss mempunyai misi sendiri yang telah menjadi hasratnya. Yaitu, membunuh President Snow dengan tangannya sendiri.
   Suzanne Collins yang sejak tahun 1991 telah membuat cerita televisi untuk program anak – anak, mungkin itulah yang mengantarkannya memiliki berbagai imajinasi di kepalanya, sehingga ia juga dapat melahirkan berbagai karya novel fantasi remaja yang banyak diminati, salah satunya The Hunger Games ini.
   Selain dalam penyampaian alurnya, Suzanne Collins berhasil mengangkat 3 karakter utama secara kuat. Seperti Katniss Everdeen: Keras Kepala dan Pemberani. Lalu ada Peeta Mellark: Tulus dan Rela Berkorban. Kemudian ada Gale Hemsworth: Pemberani dan Pemarah. Tentu saja ketiga karakter ini mengingatkan kita pada serial Harry Potter sama – sama menceritakan kebimbangan antara 3 kisah cinta dalam yang memiliki 3 tokoh utama yang berkarakter pula atau yang serial Twilight. Tak bisa dipungkir, 3 karakter dalam seri The Hunger Games ini pun bukan tidak mungkin, dapat menyaingi ketenaran 3 karakter serial di atas.
   Menurut saya, buku ini leboh cocok ditampilkan untuk para remaja atau orang dewasa pun dapat menikmatinya, bagi penyuka cerita fantasi tentunya. Namun, untuk anak di bawah usia, sepertinya ini bukan cerita fantasi yang cocok. Karena cerita ini mengandung unsur kekerasan.
   Bagi para remaja atau orang dewasa, mungkin akan mengerti atau bahkan bisa mengambil apa sebenarnya nilai moral yang tersembunyi dibalik cerita fantasinya. Kalau kita telaah lagi, buku ini sebenarnya menyindir tentang kehidupan masa kini. Yang sebenarnya secara tidak langsung saling bunuh – membunuh. Dalam lain tentunya. Seperti dalam hal jabatan dalam pemerintah seperti yang terjadi saat ini.

    Hal yang dapat diambil kesimpulannya adalah, bunuh – membunuh, jatuh – menjatuhkan bukanlah sebuah jalan untuk mencapai kebahagiaan. Tidak ada yang seperti itu, meskipun alasannya adalah demi kepentingan rakyat. Itu bukan demi kepentingan rakyat, tetapi sebenarnya demi kepentingan Pemerintah dan orang yang memerintah saja. Seperti yang President Snow katakan kepada rakyatnya, dalam seri kedua novel ini, “ Ini semua demi Kekayaan dan Kejayaan Capitol” (Capitol: Pemerintahan President Snow.

InfoPart 1 nya akan tayang tahun ini tanggal 21 November 2014. Sedangkan bagian kedua “The Hunger Games: Mockingjay Part 2” akan tayang tahun depan, tanggal 20 November 2015.
Poster resmi perdana nya bisa Anda lihat dibawah ini :
Bisa juga dilhat thriller Filmnya disini ---> https://www.youtube.com/watch?v=C_Tsj_wTJkQ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar