Ketika sebagian orang sibuk tidur siang,
untuk mempersiapkan fifiknya ketika malam tiba. Agar dengan kuatnya mereka bisa
menoton tim sepak bola favouritenya. Atau untuk benar – benar mengikuti taktik
dan cara yang dipakai oleh para pemain sepak bola dari setiap tim yang telah
terpilih dalam ajang piala dunia 2014 itu. Yang tahun ini di adakan di Brazil.
Penduduk islam di Palestin sibuk untuk tetap
bisa terjaga, di rumahnya, mewaspadai serangan – demi serangan yang datang
bergantian tak kenal ampun sedikitpun. Ketika , di brazil atau bahkan hampir
seluruh dunia bertepuk tangan dan tertawa bahagia karena pemain favouritenya
berhasil memasukkan bola ke gawang lawan, penduduk palestine sibuk menangis,
karena ada yang berhasil measuki gawang wilayah mereka, dengan pluru – peluru
sialan, yang menyita orang – orang yang mereka sayang.
Lalu sebagian lagi dengan khusunya
berlomba – lomba dalam kebaikan di bulan suci yang penuh berkah ini dengan
tertib dan lancar. Yaitu, bulan Ramadhan. Setiap keluarga sibuk, membei dan
menyiapkan makanan untuk sahur dan apa menu makanan untuk berbuka. Keluar masuk
rumah – masjid untuk pergi taraweh dengan tenang dan damai. Tanpa harus
celengak – celinguk melihata sana – sini apakah akan ada bala tentara yang
mungkin kapan saja bisa menculik mereka di Palestina, khususnya jalur gaza.
Beratus – ratus nyawa tak berdosa,
telah hilang di telan ke kejian tak ber prikemanusiaan, bermili liter darah
telah tercecer tak terelakan, beribu – ribu hati telah tertusuk amat dalam,
karena harus kehilangan orang yang mereka cinta.
Sebagian besar adalah kaum anak –
anak dan para wanita. Hati berusaha ikhlas namun pada dasarnya mereka hanya
manusia pada umumnya.
Hingga rasa kebal telah menyelimuti
hati mereka. Manusia tak perlu di takuti hanya Allah yang perlu di takuti. Hati
tulus dan masih murni tergambar dari para anak –anak yang dengan entengnya,
,menghampiri tentara musuh tak peduli bahwa sebenernya mereka telah menginjak
granat karena mendekati musuh dan memarahi tentara iti, dengan polos dan
membuat siapapun yang melihat merasa pilu.
Ketika di Indonesia sibuk
membangga – banggakan capres pilihannya, katanya berdemokratis tapi malah
menebar perdebatan yang kian mengkritis. Merelakan perpisahan dengan orang
tersayang, hanya karena perbedaan berpendapat. Dengan mudahnya.
Namun, segala upaya dari negara –
negara yang peduli dengan perdamian
dunia telah dilayangkan. Namun tidak mendarat pada kedamain tapi kian tinggi
melayang tak dapat didaratkan. Lalu kita bertanya, untuk apa negri yang hampir
semuanya telah luluh lantah itu diperjuangkan lagi?
Dengan tulusnya mereka menjawab,
lalu kalau bukan kita? Siapa lagi yang akan menjaga salah satu rumah terbesar
umat islam Masjid Al – Aqsha? Tanah waaqaf umat islam. Mereka merelakan
dirinya, untuk mewakilkan seluruh umat islam dunia. Sungguh, bagi mata manusia
biasa seperti kita, hanya surga lah yang harusnya jadi balasan bagi mereka.
Suatu ketika, saya belajar sejarah
untuk kelas 12 SMA. Dari situlah saya mengerti apa sebenarnya dasar masalah
yang membuat perang yang sudah melanggar aturan perang yang ada ini bisa
terjadi.
Memang awalnya, tanah Palestin
dahulu di tempati oleh para Yahudi. Namun, kemudian mereka pergi merantau
meninggalakan negerinya akibat zaman ‘Ziaspora’ yaitu zaman dimana mereka pergi
melarikan diri dari para bangsa barat yang mengejarnya. Bertahun – tahun telah
terlewati, dan tanah mereka kosong dan tak ada yang menempati. Lalu kaum muslim
datang, dan menempati daerha yang sudah sanagat lama tak berpenghuni itu. Orang
– orang Arab itu menempati wilayah Palestina sudah 100 tahun lamanya. Hingga
bangsa Yahudi kembali datng, dan berbondong
- bondong ke Palestina.
Lalu terbentuklah gerakan Zionisme (gerakan untuk kembali ke tanah air
Palestina) yang didirikan oleh Dr.Thedore Herzi. Hal ini lah yang menjadi
sumber terjadinya konflik.
Masalah pun kian pelik, ketika
perang dunia 1. Bangsa inggris berusaha memikat hati kedua bangsa yaitu arab
dan yahudi untuk membantunya melawan inggris. Untuk melawan turki. Inggris
menjanjikan bahwa ia akan memrdekan seluruh bangsa arab termasuk arab
Palestina. Jika berhasil mengalahkan turki. Sedangkan, inggris juga membuat
BALFOUR DECLARATION ( 2 November 1917) yang isinya Inggris akan mendirikan a
national home untuk bangsa Yahudi di Palestina. Deklarasi yang sangat merugikan
bangsa Arab. Karena, dengan mudahnya mereka dapat mengembangkan politik
Zionisme nya.
Pada perang dunia kedua terjalin
kerja sama antara Arab – Inggris – yahudi, namun, kaum israel lebih lengkap dalam
persenjataan, sehingga kaum yahudi menerbitkan berbagai teror kepada bangsa
Arab, yang akhirnya, PBB campur tangan. 29 november 1997, wilayah Palestina
oleh PBB di bagi dua setengah bagian setiap bangsa Arab dan bangsa Yahudi.
15 Mei 1948, inggris mengakhiri mandatnya di Palestina. Lalu setelah
inggris pergi, Yahudi mencanangkan negara merdeka bernama Israel dengan
Presiden pertamanya Dr.Chaim Weizmann yang mendapat dukungan dari Amerika
Serikat.
Berdirinya negara ini, tentunya
menimbulkan berbagai pertentangan dari sesama negara Arab. Yang akhirnya
mendirikan PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) yang dipimpin oleh Yasser
Arafat dan akhirnya terjadi kesepakatan di Oslo, Norwegia pada tahun 1993.
Sehingga diserahkan kewilayahn atas wilaya Jerichi dan jalur Gaza kepada
Palestina. Usah tersebut menjadika Yasser Arafat dan Yitzak Rabin perdana
menteri Israel mendapatkan Nobel perdamaian.
Namun, usaha israel yang anti
Yitzak Rabin muncul, setekah terbunuhnya Perdana Menteri Israel tersebut, pada
tahun 1995.
Membuat diangkatnya Perdana
Menteri baru yang anti bangsa arab. Sehingga agresi – agresi militer teruslah
dicangkan, untuk menguasai seluruh wilayah Palestina. Perjanjian dengan PBB
sudah tak dianggap dan dilupakan. Hingga sejak 2009, Israel meyerang jalur gaza
yang menyebabkan tewasnya ribuan warga sipil. Hingga saat ini, kata damai
terlihat jauh dari Palestina. (sumber sejarah: Lks sejarah untuk kelas 12
semester 1 dan 2 terbitan Celcius)
Apakah hati sudah terlalu beku
untuk dicairkan? Dan apakah mata sudah terlalu buta untuk diperlihatkan? Apakah
yang dijanjikan kekuasaan telah menjajikan keabadian?
Dan apakah keabadian adalah di
dunia?
Sungguh Tuhan mencintai setiap
hambanya, dengan cara yang adil. Dan hanya ialah zat yang maha tahu.





