Selasa, 29 Juli 2014

Sejarah Negeri Palestina



    Ketika sebagian orang sibuk tidur siang, untuk mempersiapkan fifiknya ketika malam tiba. Agar dengan kuatnya mereka bisa menoton tim sepak bola favouritenya. Atau untuk benar – benar mengikuti taktik dan cara yang dipakai oleh para pemain sepak bola dari setiap tim yang telah terpilih dalam ajang piala dunia 2014 itu. Yang tahun ini di adakan di Brazil.
   Penduduk islam di Palestin sibuk untuk tetap bisa terjaga, di rumahnya, mewaspadai serangan – demi serangan yang datang bergantian tak kenal ampun sedikitpun. Ketika , di brazil atau bahkan hampir seluruh dunia bertepuk tangan dan tertawa bahagia karena pemain favouritenya berhasil memasukkan bola ke gawang lawan, penduduk palestine sibuk menangis, karena ada yang berhasil measuki gawang wilayah mereka, dengan pluru – peluru sialan, yang menyita orang – orang yang mereka sayang.

   Lalu sebagian lagi dengan khusunya berlomba – lomba dalam kebaikan di bulan suci yang penuh berkah ini dengan tertib dan lancar. Yaitu, bulan Ramadhan. Setiap keluarga sibuk, membei dan menyiapkan makanan untuk sahur dan apa menu makanan untuk berbuka. Keluar masuk rumah – masjid untuk pergi taraweh dengan tenang dan damai. Tanpa harus celengak – celinguk melihata sana – sini apakah akan ada bala tentara yang mungkin kapan saja bisa menculik mereka di Palestina, khususnya jalur gaza.

   Beratus – ratus nyawa tak berdosa, telah hilang di telan ke kejian tak ber prikemanusiaan, bermili liter darah telah tercecer tak terelakan, beribu – ribu hati telah tertusuk amat dalam, karena harus kehilangan orang yang mereka cinta.
   Sebagian besar adalah kaum anak – anak dan para wanita. Hati berusaha ikhlas namun pada dasarnya mereka hanya manusia pada umumnya.
  Hingga rasa kebal telah menyelimuti hati mereka. Manusia tak perlu di takuti hanya Allah yang perlu di takuti. Hati tulus dan masih murni tergambar dari para anak –anak yang dengan entengnya, ,menghampiri tentara musuh tak peduli bahwa sebenernya mereka telah menginjak granat karena mendekati musuh dan memarahi tentara iti, dengan polos dan membuat siapapun yang melihat merasa pilu.
   Ketika di Indonesia sibuk membangga – banggakan capres pilihannya, katanya berdemokratis tapi malah menebar perdebatan yang kian mengkritis. Merelakan perpisahan dengan orang tersayang, hanya karena perbedaan berpendapat. Dengan mudahnya.




    Namun, segala upaya dari negara – negara yang peduli  dengan perdamian dunia telah dilayangkan. Namun tidak mendarat pada kedamain tapi kian tinggi melayang tak dapat didaratkan. Lalu kita bertanya, untuk apa negri yang hampir semuanya telah luluh lantah itu diperjuangkan lagi?
   Dengan tulusnya mereka menjawab, lalu kalau bukan kita? Siapa lagi yang akan menjaga salah satu rumah terbesar umat islam Masjid Al – Aqsha? Tanah waaqaf umat islam. Mereka merelakan dirinya, untuk mewakilkan seluruh umat islam dunia. Sungguh, bagi mata manusia biasa seperti kita, hanya surga lah yang harusnya jadi balasan bagi mereka.
   Suatu ketika, saya belajar sejarah untuk kelas 12 SMA. Dari situlah saya mengerti apa sebenarnya dasar masalah yang membuat perang yang sudah melanggar aturan perang yang ada ini bisa terjadi.
  Memang awalnya, tanah Palestin dahulu di tempati oleh para Yahudi. Namun, kemudian mereka pergi merantau meninggalakan negerinya akibat zaman ‘Ziaspora’ yaitu zaman dimana mereka pergi melarikan diri dari para bangsa barat yang mengejarnya. Bertahun – tahun telah terlewati, dan tanah mereka kosong dan tak ada yang menempati. Lalu kaum muslim datang, dan menempati daerha yang sudah sanagat lama tak berpenghuni itu. Orang – orang Arab itu menempati wilayah Palestina sudah 100 tahun lamanya. Hingga bangsa Yahudi kembali datng, dan berbondong  - bondong ke Palestina.
     Lalu terbentuklah gerakan Zionisme (gerakan untuk kembali ke tanah air Palestina) yang didirikan oleh Dr.Thedore Herzi. Hal ini lah yang menjadi sumber terjadinya konflik.
    Masalah pun kian pelik, ketika perang dunia 1. Bangsa inggris berusaha memikat hati kedua bangsa yaitu arab dan yahudi untuk membantunya melawan inggris. Untuk melawan turki. Inggris menjanjikan bahwa ia akan memrdekan seluruh bangsa arab termasuk arab Palestina. Jika berhasil mengalahkan turki. Sedangkan, inggris juga membuat BALFOUR DECLARATION ( 2 November 1917) yang isinya Inggris akan mendirikan a national home untuk bangsa Yahudi di Palestina. Deklarasi yang sangat merugikan bangsa Arab. Karena, dengan mudahnya mereka dapat mengembangkan politik Zionisme nya.
    Pada perang dunia kedua terjalin kerja sama antara Arab – Inggris – yahudi, namun, kaum israel lebih lengkap dalam persenjataan, sehingga kaum yahudi menerbitkan berbagai teror kepada bangsa Arab, yang akhirnya, PBB campur tangan. 29 november 1997, wilayah Palestina oleh PBB di bagi dua setengah bagian setiap bangsa Arab dan bangsa Yahudi.
15 Mei 1948, inggris mengakhiri mandatnya di Palestina. Lalu setelah inggris pergi, Yahudi mencanangkan negara merdeka bernama Israel dengan Presiden pertamanya Dr.Chaim Weizmann yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat.
    Berdirinya negara ini, tentunya menimbulkan berbagai pertentangan dari sesama negara Arab. Yang akhirnya mendirikan PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) yang dipimpin oleh Yasser Arafat dan akhirnya terjadi kesepakatan di Oslo, Norwegia pada tahun 1993. Sehingga diserahkan kewilayahn atas wilaya Jerichi dan jalur Gaza kepada Palestina. Usah tersebut menjadika Yasser Arafat dan Yitzak Rabin perdana menteri Israel mendapatkan Nobel perdamaian.
   Namun, usaha israel yang anti Yitzak Rabin muncul, setekah terbunuhnya Perdana Menteri Israel tersebut, pada tahun 1995.
    Membuat diangkatnya Perdana Menteri baru yang anti bangsa arab. Sehingga agresi – agresi militer teruslah dicangkan, untuk menguasai seluruh wilayah Palestina. Perjanjian dengan PBB sudah tak dianggap dan dilupakan. Hingga sejak 2009, Israel meyerang jalur gaza yang menyebabkan tewasnya ribuan warga sipil. Hingga saat ini, kata damai terlihat jauh dari Palestina. (sumber sejarah: Lks sejarah untuk kelas 12 semester 1 dan 2 terbitan Celcius)

   Apakah hati sudah terlalu beku untuk dicairkan? Dan apakah mata sudah terlalu buta untuk diperlihatkan? Apakah yang dijanjikan kekuasaan telah menjajikan keabadian?
   Dan apakah keabadian adalah di dunia?

  Sungguh Tuhan mencintai setiap hambanya, dengan cara yang adil. Dan hanya ialah zat yang maha tahu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar