Cahaya
matahari pagi menerpa wajah seorang gadis manis yang sedang tertidur. dia
terbangun karnanya.
"Auu!Auu!silau!!"
seru sivia sambil mencoba menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Bangun
via, sudah jam berapa ini?? nanti Bus sekolah keburu datang sayang!" seru
ibunya sambil mebuka korden kamar via semakin besar.
"iyah
- iyah mah, via bangun." ujarnyanya sambil beranjak dari tempat tidur dan
langsung masuk kamar mandi.
"cepat
mandinya yah sayang, yang lain sudah menunggu dibawah untuk sarapan
bersama!" celoteh ibunya via lagi.
Namun
Sivia tidak menaggapi apa" kali ini.
(....)
Bus
pagi menuju SMP Sinar Harapan bertolak pukul setengah tujuh. Seorang remaja
laki2 duduk dikursi paling depan bus tersebut.
dia
terus memperhatikan jalan raya yang penuh dengan mobil yang berlalu - lalang.
"Zyy!!"
seseorang memanggil namanya,namun remaja itu tidak mendengarnya.
"Ozyyyyy!!!"
teriak temannya itu kesal.
Buyar
semua lamunan Ozy.
"Apa?"
serunya refleks. Karena kaget. " Hei!!ngomonngnya bisa pelan2 dikit ngk
sehh?? sakit nih telinga gw!!!!"
"
Aahhh!!ngomong pelan sama lo mana kedengeran??" seru Ray kesal. " Gw
teriak karena lo g nyautin gw dari tadi!!"
"
hehehheh... iyah2 dehh gw yang salah." ujar ozy mengalah pada sahabatnya
ini. "Mau ngomong apa??"
"hmmm...gw
mau ngomong kalo..." belum sempat ray meneruskan kalimatnya.Tiba2
pintu bus terbuka dan sivia masuk dia mengenakan pita biru dirambutnya
yang diikat kuncir kuda. Sivia lalu ke bagian belakang, dan mengambil tempat
disebelah zevanna sahabatnya.
Ray
terpana seketika melihat wajah manis kaka kelasnya itu..
"Hallo??"
seru Ozy, sambil mendekatkan wajahnya ke dekat wajah Ray, sehingga anak itu
kaget dan hampir saja ia melompat dari kursinya.
"Huahahahahhah"
seisi bus menoleh ke arah Ozy yang sedang menertawai Ray yang kini cemberut
dengan tangan yang dilipat didadanya.
"Pisss!!Pisss!!
jangan ngeliat gw aneh gitu donk!!" seru Ozy membela dirinya.
"Ga
liat apa?? badut cemberut disebelah gw??" katanya sambil melihat kearah
ray yang sekarang mukanya merah padam kayak tomat.
Sepi
sebentar di bus. Namun tiba2 tawa zevanna meledak yang akhirnya diikuti seisi
bus yang ikut tertawa.
Sivia
berbisik di telinga zevanna..
"Ade
lo lucu va!! selalu menghidupkan suasana! gw mau dehh punya ade kyak
dia!"
Zevanna
sontak menghentikan tawanya tadi mendengar perkataan sivia tadi. Ya, dia baru
ingat satu hal!
Baru
kali ini setelah 2 tahun terakhir ini, dia tertwa terang - terangan didepan
adenya karena leluconnya.
karena
selama 2 tahun ini, hubungan mereka merenggang.
"Tapi
sayang lo udah terlanjut benci sama dia! mending buat gw ajah!!" lanjut
sivia lagi. Yang disambut cubitan keras Zevanna.
"auuu!!"
Sivia meringis menahan sakit.
ahh
udah dulu sakit2tannya...
Oke
sekarang kita lihat keadaan rayy..
Semua
anak menertawainya. Geram juga rasanya Ray.
Namun
lelucon ozy tersebut berhasil meredamnya.
Ray
jadi tersenyum2 kecil.
karena
tidak mungkin ray tertawa keras2, gengsi rasanya. Mengingat tawa anak2 itu
tertuju padanya.
Disela
pikirannya yang sedang menahan rasa geli.
Terlintas
wajah seorang gadis manis.
Ada
rasa bergetar dihatinya setiap kali bayangan wajah itu muncul kembali
dibenaknya.
Ka
Sivia?? ahh tidak mungkin!diakan kaka kelasku.
Gerutu
ray dalam hati,merutuk dirinya yang sepertinya mempunyai rasa lebih kepada kaka
kelasnya itu.
(...)
Zevanna
melempar koran yang baru saja dibacanya. Cewek satu ini memang senang sekali
membaca koran. Baik itu berita domestik,ataupun luar Indonesia. Apalagi, kalo
sudah memasuki masa S4 ( Sangat - sangat suntuk sekali). Pasti banyak media
cetak yang jadi korban kekerasannya. Ya, setelah membaca, Zeva memiliki
kebiasaan melempar bacaan tersebut jauh - jauh. Entah itu ke lantai,
sofa,kasur, atau ke karpet.
"aduuh
sayang, kalo Bunda masih membutuhkan koran2 itu bagaimana?? kan susah
mencarinya!" omel Bunda lembut.
"Mending
kamu lempar majalah atau komik kamu ajah tuhh! Koleksi kamu yang satu itukan
udah numpuk dikamar kamu. Kamu lempar tuh kejalan biar diambil sama pemulung.
jadi kamar kamu bersih deh dari barang2 gak berguna itu."
"aaaaaaahhh
jangan Bunda! barang2 itukan banyak sejarahnya.. ada yang pemberian orang lain,beli
sendiri sampe mencuri.."
Bunda
mengerutkan kening mendengar kata terakhir anak sulungnya ini.
"heheheh..
becanda Bunda. Iyah deh, zeva minta maaf."
Aahhh
dasar Bunda! gak tau apa anak sulungnya ini lagi suntuk,mangkel,sebel,emosi.
Ini semua gara - gara si cewe cerewet itu! Si biang keladi bin kerok itu!
dia yang sudah menghancurkan moodku hari ini. gerutu
zevanna dalam hati.
Terngiang
dikepala Zevanna bagaimana suara si cewe cerewet itu menggelitik telingannya
melalui ponselnya tadi siang seusai pulang sekolah.......
"Hai
gadis manja yang ga punya mata!! Eh salah gak punya telinga juga kali
yahh??..........Gw...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar