Senin, 14 Juli 2014

Seni Melahirkan Seni


Apa sih seni itu? Seni itu adalah aliran dari dasar jiwa, atau tumpahan dari alam bawah sadar yang membentuknya menjadi sebuah keindahan  dan kalau keindahan itu disasarkan secara tepat, maka akan lahir sebuah kreativitas.
             Kreativitas adalah rasa yang tumbuh dari dasar hati yang penuh dengan keinovativan untuk terus mebuat karya seni yang menarik. bermanfaat untuk digunakan, atau hany sekadar untuk dinikmati keindahannya.
             Seni itu persoalan kejujuran  untuk menyampaikan imajinasi, namun tak boleh lepas dari etika yang sudah ada. Karya yang jujur akan selalu lebih di lirik. Karena ke khas an nya dan perbedaan dari karya yang lain. Melahirkan sebuah karya seni bukan persoaln bagaimana caranya mengikuti perkembangan zaman. Sesungguhnya itu hanya memakaikan seni itu kostum yang mebuatnya kehilangan jati dirinya yang sebenarnya. Melahirkan seni itu tentang bagaiman membuat sebuah trend baru. seni, itu dapat diibaratkan sperti penciptanya itu sendir. Yaitu manusia. Akan lebih dihargai apabila mampu dengan percaya diri dan bangganya jika ia dapat menampilkan dirinya ap adanya, keunikannya dengan transparan. Bahkan, jika menjdi orang lain itu hanya karena ingin dicontai, sadar atau tidak cinta yang seperti itu hanyalah menjadikan manusia itu boneka khyalan orang yang mencintainya.

              Pada akhirnya, perbedaan, yang akan dihargai. Karena dari sebuah perbedaan yang ada dalam sebuah seni, maka akan menimbulkann jiwa penasaran yang menimbulkan rasa keingin tahuan, yang menimbulkan keinginan untuk menganalisis. Yang akhirnya menhasilkan kritik, saran, dan pujian. Semua itu adalah bagian dari kewajaran dalam sebuah proses penghasilan karya seni yang luar biasa. Karena, bagaimana bisa, memjadikan seni jauh lebih baik dari sebelumnya, kalau tidak ada kritikkan yang akan membuat Si pencipta mengharuskan dirinya, membuat sesuatu yang lebih baik. Bagaiman, ia bisa maju kalu tidak ingin menerima saran? bukankah itu berarti dia hanya akan terus diam di tempat. Apabila manusia belum siap akan kekalahan. Maka ia juga belum siap untuk menjadi pemenang. Yang hanya akan melambungkannya pada kesombongan belaka, pikiran yang hanya akan timbul dari seseorang yang takut merasakan jatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar